Panduan Pilih Jurusan Pada Perguruan Tinggi

Published on by Beni Napitu

Panduan Pilih Jurusan Pada Perguruan Tinggi
Panduan Pilih Jurusan Pada Perguruan Tinggi

Meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi yang berkwalitas yaitu investasi paling besar dalam kehidupan seorang untuk memastikan arah hari esok yang tambah baik.

Buat adik-adik yang tengah ada di bangku kelas tiga (eit, saat ini kelas 12 ya) SMA, Madrasah Aliyah, atau SMK pastinya banyak yang tengah bimbang saat mesti dihadapkan pada beberapa pilihan kehidupan sesudah lulus sekolah kelak serta sampean mesti memutuskan mana yang perlu diambil. Yargh, demikianlah hidup, hidup yaitu mengenai keberanian memastikan pilihan. Di antara ketentuan itu yaitu, pilih kuliah atau kerja? Bila kuliah, kuliah di mana, mengambil jurusan apa di fakultas apa?

Kenapa Kuliah?

Tiap-tiap orang tentu mempunyai argumen sendiri kenapa kuliah atau tak kuliah. Di antara banyak argumen kenapa kuliah itu yaitu :

Untuk memperoleh prospek karier yang cerah. Walau gelar sarjana bukanlah segala-galanya, zaman saat ini bila cuma memercayakan ijasah SMA, rasa-rasanya sulit memperoleh pekerjaan yang bagus. Lahwong, yang sarjana saja menumpuk? Menteri Susi kan cuma lulusan SMP? lah, itu kan 200. 000. 000 : 1. Untuk posisi pekerjaan, ‘non-buruh’ saat ini nyaris semuanya mensyaratkan gelar sarjana.

Untuk memperoleh ketrampilan kerja. Saat di bangku sekolah sampean cuma belajar pengetahuan umum, di bangku kuliah waktunya anda bakal belajar bagian pengetahuan serta ketrampilan yang khusus sesuai sama karier yang sampean mimpikan. Jadi programmer, dokter, bankir, insinyur, ilmuwan, peneliti, apoteker? dibangku kuliah lah sampean bakal belajar ketrampilan profesi-profesi itu.

Baca juga, informasi penting lainnya: Tips lolos SBMPTN

Untuk memperoleh pekerjaan dengan upah yang semakin besar. Didunia kerja, ini betul-betul berlangsung. Walau, keduanya sama baru masuk kerja di perusahaan yang sama, seorang dengan gelar sarjana telah barang pasti bakal dibayar dengan upah yang lebih tinggi dari lulusan SMA, dan posisi jabatan yang lebih tinggi pastinya, yang sarjana segera jadi supervisor/mandor, yang lulusan SMA mesti senang sebagi buruh.

Untuk belajar ketrampilan hidup. Kuliah, bukan sekedar untuk pelajari bagian pengetahuan spesifik saja, namun juga tempat untuk menempa ketrampilan hidup yang utama untuk kehidupan sebagai manusia dewasa nanti, seperti karakter kemandirian, tanggung jawab, keyakinan diri, berorganisasi, kepemimpinan, merintas jaringan, kekuatan bersosialisasi, dsb.
Untuk pelajari bagian pengetahuan yang begitu sampean gemari. Nah, ini baru argumen yang tulus, belajar pengetahuan yang lantaran memanglah kita gemari. Namun, beberapa tidak sering yang mempunyai kemauan tulus seperti ini, terlebih di zaman yang semuanya diukur dengan materi seperti sekarang ini.

Untuk mendewasakan langkah berpikir. Dunia akademik di universitas, tak saja bikin sampean kuasai bagian pengetahuan sesuai sama jurusan, namun diatas semuanya dunia akademik bakal membuat langkah berpikir serta berlaku sampean. Integritas, kejujuran, norma, prinsip, pola fikir rasional, berpikir gawat, berpikir kreatif, dapat mengkomunikasikan alasan dengan cara ilmiah baik dalam lisan ataupun tulisan, yaitu beberapa hal positif yang bakal terbentuk sepanjang ada dalam dunia akademik di universitas. Mungkin saja sesudah lulus kuliah, sampean bekerja pada bagian yang tidak cocok dengan jurusan, namun beberapa karakter positif yang terbentuk sepanjang kuliah ini, dapat diterapkan dimanapun. Maupun bila sampean mengambil keputusan untuk jadi wiraswastawan, beberapa karakter positif yang terbentuk saat kuliah, pasti bakal begitu berguna. Sudah pasti bakal terlihat bedanya, pola fikir Sarjana serta pola fikir orang yg tidak pernah mengenyam bangku kuliah.


Kenapa Tak Kuliah?

Argumen paling umum yaitu lantaran tak ada cost, lantaran cost kuliah begitu mahal. Namun, bukankan saat ini pemerintah telah menggelontorkan beberapa ribu beasiswa bidik misi, yg tidak cuma membiayai cost kuliah namun juga cost hidup sepanjang kuliah sampai lulus. Bahkan juga hingga pendidikan profesi (dokter, apoteker, perawat, dll.), bukan sekedar di PTN namun juga di PTS. Ada pula sekolah kedinasan yang juga tawarkan kuliah gratis seperti STAN, STIS, IPDN, AKPOL, AKMIL. So, tak ada cost tak relevan lagi jadikan argumen tidak untuk kuliah. Terkecuali bila argumenya yaitu males mikir. Yah sudahlah, mungkin saja kuliah bukanlah jalur sampean untuk mencapai berhasil gemilang hari esok. Toh, hari esok sampean tak hanya ditetapkan lantaran sampean kuliah atau tak.

Bila kuliah, mengambil Jurusan Apa?

Nah, ini mungkin saja yang banyak menyebabkan kebimbangan buat calon mahasiswa, lantaran ada beberapa ratus program studi atau jurusan yang di tawarkan di perguruan tinggi, sesaat di sekolah cuma ada jurusan IPA, IPS, serta Bhs. Bahkan juga, saat calon mahasiswa telah memastikan pilihanya juga sesungguhnya dia belum tahu apa yang sesungguhnya bakal dipelajari. Misalnya, seorang yang tertarik design grafis, dipikir bakal pas bila masuk jurusan Tehnik Informatika, eh tahunya yang dipelajari di jurusan itu semakin banyak matematikanya.

Untuk memastikan pilih jurusan apa sesungguhnya bergantung maksud sampean apa untuk kuliah. Bila maksud kuliah cuma memperoleh pekerjaan dengan upah tinggi, sampean mesti pilih jurusan yang tawarkan prospek karier dengan upah yang besar. Bidang industri minyak serta gas umpamanya, bidang ini memanglah tawarkan upah diatas rata-rata. Bila menginginkan bekerja di bidang ini, mungkin saja jurusan Tehnik Perminyakan, Tehnik Kimia, Tehnik Geologi, Tehnik Geofisika, Tehnik Sipil, Tehnik Elekto, dll.

Anjuran saya, silakan kerjakan penelitian terlebih dulu jurusan-jurusan yang bakal sampean tentukan. Daftar perguruan tinggi serta jurusan di Perguruan Tinggi Negeri, dapat diliat di snmptn. ac. id, lalu silakan googling ke semasing jurusan itu. Yakinkan sampean tahu tentu mata kuliah apa sajakah yang bakal dipelajari di jurusan itu. Janganlah terjerat dengan nama jurusanya. Cari info juga, prospek kerja dari jurusan itu, profil alumni, dsb.

Sebisa-bisanya, tentukan jurusan sesuai sama passion sampean. Passion itu suatu hal yang betul-betul sampean kehendaki, suatu hal yang anda senantiasa terasa bahagia mendedikasikan semuanya saat, tenaga, serta fikiran untuk mewujudkanya. Tiap-tiap orang pastinya ditakdirkan memilik passion yang tidak sama. Janganlah tentukan jurusan lantaran sebatas ikutan rekan. Kuliah dijurusan sesuai sama passion bakal senantiasa bikin sampean happy sepanjang di bangku kuliah, demikian sebaliknya jurusan yg tidak passion cuma bakal bikin sampean menanggung derita di universitas, tak semangat kuliah, ujung-ujung nya Drop Out (DO).

Banyak narasi anak begitu pandai saat SMA yang pilih jurusan kuliah cuma lantaran jurusan itu paling susah untuk ditembus (passing grade nya) tinggi, namun kuliahnya amburadul bahkan juga DO, lantaran nyatanya jurusan itu tidak cocok dengan passion nya. Jadi, ketahui passion sampean serta ketahui jurusan dengan detil, yakinkan betul-betul sesuai sama passion anda. Yakinlah, semua suatu hal yang dikerjakan atau diambil lantaran passion bakal bikin sampean tak mengetahui capek, senantiasa semangat, serta selanjutnya menghadirkan hasil keberhasilan yang optimal.

Terkecuali passion yang lebih utama lagi mesti dpertimbangkan yaitu, cocokkan dengan bakat, kekuatan, serta keunggulan sampean. Ada satu maqolah :

Waj’al hammaka, fima khulid ta lah, wala taj’al hammaka, fimaa tafata hu.

Raihlah semua suatu hal itu berdasar pada bakat mu, janganlah mencapai suatu hal itu berdasar pada seleramu. (KH. Tamim Romly, Darul Ulum Jombang)

Saya yakin kalau, tiap-tiap orang terlahir dengan bakat serta kekuatan nya semasing yang unik. Jangan pernah sampean ngebet ingin jadi Insinyur, karena itu menginginkan kuliah di jurusan Tehnik, namun sampean tak dapat matematika serta fisika. Karena itu, utama sekali untuk mengerti bakat serta kekuatan diri. Siapa yang paling tahu mengenai sampean, ya sampean sendiri to.

Benar apa yang disabdakan kanjeng nabi :

Thubaa liman ‘arapa bi’uyubinafsihi
Beruntunglah beberapa orang yang tahu keunggulan serta kekuranganya.

Fokuslah ke keunggulan sampean serta kurangi kekurangan sampean. Bila sampean terasa lebih memiliki bakat di bagian sastra, ya janganlah dipaksakan masuk jurusan Tehnik Informatika.

Tentukan Kampus, Institut, atau Politeknik?

Tiga institusi ini sesungguhnya nyaris sama, filosofi nya saja yang tidak sama. Kampus serta Institut ini sama sesungguhnya, cuma saja institut lebih konsentrasi pada bagian keilmuan spesifik saja. Bila kampus serta institut sesungguhnya didirikan sebagai jalur akademik, serta pusat riset, Politeknik lebih diperuntukkan untuk jalur profesional. Jalur profesional harapanya, semakin banyak praktek daripada teori. Namun bila dulu politeknik cuma buka program pendidikan Diploma 3 (D3), saat ini telah di buka program D4, yang setara dengan S1, dengan gelar Sarjana Terapan. Bahkan juga saat ini juga telah banyak politeknik yang mulai buka program master terapan, serta program doktor terapan.

Semuanya cuma permasalahan pilihan. Bila sampean tak sukai sangat banyak teori, serta lebih sukai beberapa hal yang praktical, politeknik mungkin saja lebih pas buat sampean. Namun bila sampean, sukai memahami teori dengan cara mendalam, mengerti filsafat pengetahuan, lebih tertarik ke pengembangan inspirasi serta pemikiran, Kampus/Institut mungkin saja lebih pas buat sampean. Cuma saja di orang-orang, kelihatannya gelar sarjana kesanya lebih keren di banding lulusan politeknik, meskipun saat ini makin berubah. Serta masuk program S1 di Kampus/Institut, umumnya lebih sulit dari pada masuk Politeknik.

Bila telah mantap dengan jurusan yang bakal di ambil, selalu tentukan universitas yang mana?

Satu diantara rujukan yang dapat diakui untuk pilih Perguruan Tinggi serta Jurusan yang paling baik di Indonesia yaitu website BAN-PAT (Tubuh Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi). Yakinkan Perguruan Tinggi yang anda menuju telah terakreditasi. Akreditasi paling baik yaitu akreditasi A. Contoh :

Perguruan Tinggi di Indonesia (Negeri serta Swasta) yang terakreditasi A

akreditasi_PT
Perguruan Tinggi Indonesia yang Terakreditasi A (Sumber : http :// ban-pt. kemdiknas. go. id/hasil_aipt. php)
Nyatanya, per 11 Maret 2015, cuma ada 16 Perguruan Tinggi Negeri ataupun swasta yang terakreditasi A. Di sini juga kita dapat saksikan, nyatanya banyak perguruan tinggi swasta yang akreditasinya semakin bagus di banding perguruan tinggi negeri.

Jurusan ‘Sistem Info’ yang terakreditasi A di Indonesia :

akreditasi_SistemInformasi
Jurusan System Info dengan Akreditasi A di Indonesia
Nyatanya, per 11 Maret 2015 cuma ada 7 Jurusan System Info yang terakreditasi A di semua Indonesia. Akreditasi ini dapat jadikan satu diantara tanda kalau jurusan itu bagus. Lantaran cuma sedikit saja program studi yang dapat memperoleh akreditasi A. Terkecuali nilai akreditasi pamor perguruan tinggi juga begitu punya pengaruh saat sampean melamar pekerjaan atau meneruskan kuliah ke luar negeri. Untuk pengetahuan ekonomi umpamanya, pamor UI serta UGM begitu menguasai, sesaat untuk jurusan tehnik, pamor ITB serta ITS juga begitu menguasai.

Dasarnya janganlah tentukan jurusan, terlebih di Perguruan Tinggi Swasta, yang belum terakreditasi. Ini begitu memiliki resiko. Sampean dapat mengecheck apakah satu jurusan di Perguruan tinggi itu telah terkareditasi atau belum, di alamat : http :// ban-pt. kemdiknas. go. id/direktori. php Masukan nama perguruan tinggi serta jurusan yang disebut.

Pertimbangan lain, terkecuali akreditasi, aspek lain yang perlu sampean cermati yaitu sekali lagi kekuatan sampean. Jurusan favorite di perguruan tinggi favorite sudah pasti tingkat persainganya begitu ketat. Yakinkan sampean dapat mengukur kekuatan sampean sendiri. Janganlah sangat memaksakan, bila tidak mau selesai dengan kekecewaan.

Kuliah memanglah bukan segala-galanya sebagai jembatan kesuksesan hari esok sampean. Yang lebih utama dari semua yaitu hasrat untuk selalu ingin belajar. Yang namanya belajar tak mesti dengan cara resmi di universitas, dapat dimanapun. Sia-sia juga, kuliah namun malas belajar atau bahkan juga tak kemauan belajar. Kuliah cuma jadikan untuk menggunakan usia, penuhi kehendak orangtua, beberapa stylean, serta kemauan tak benar lainya.

Sekian, mudah-mudahan sedikit berikan pencerahan! Mudah-mudahan berhasil!

Published on Pendidikan